SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya kembali menyelenggarakan Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Angkatan IV Tahun 2026 di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Sumenep. Program tersebut diikuti 148 peserta yang berasal dari siswa SMK dan masyarakat umum, baik dari Sumenep maupun sejumlah daerah lainnya.
Pembukaan kegiatan dihadiri di antaranya, perwakilan Poltekpel Surabaya, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Kabupaten Sumenep, Kepala UPT BLK Sumenep, Camat Kalianget, Danramil Kalianget, Kapolsek Kalianget, panitia, instruktur, serta seluruh peserta.
Diklat ini merupakan bagian dari program pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang transportasi laut. Pelaksanaannya mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) guna memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia.
Selain itu, penyelenggaraan pelatihan juga berlandaskan Peraturan Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan Nomor PK.09/BPSDMP-2017 mengenai Kurikulum Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan Pelaut serta Peraturan Kepala BPSDMP Nomor PK.03/BPSDMP-2018 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat.
Selama mengikuti diklat, peserta memperoleh pembekalan yang berfokus pada peningkatan kompetensi keselamatan dan keamanan pelayaran melalui tiga materi utama, yakni Basic Safety Training (BST), Security Awareness Training (SAT), dan Advance Fire Fighting (AFF).
Pada materi BST, peserta mempelajari prosedur keselamatan kerja, pencegahan kecelakaan, hingga penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Sementara SAT membekali peserta mengenai pentingnya menjaga keamanan di atas kapal, sedangkan AFF memberikan keterampilan penanggulangan kebakaran dan penggunaan alat pemadam sesuai prosedur.
Melalui pelatihan tersebut, diharapkan lahir tenaga kerja maritim yang kompeten, profesional, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap aspek keselamatan pelayaran. Program ini juga diharapkan menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas SDM di Kabupaten Sumenep yang memiliki karakteristik wilayah kepulauan.
Kepala KSOP Kelas IV Sumenep, Azwar Anas, mengapresiasi pelaksanaan Diklat Pemberdayaan Masyarakat yang dinilai menjadi langkah positif dalam mencetak SDM maritim yang memiliki kemampuan dan sertifikasi sesuai kebutuhan industri pelayaran.
“Kami menyambut baik pelaksanaan program ini karena membuka peluang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk meningkatkan kompetensi di bidang pelayaran. Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan mengingat Sumenep merupakan daerah kepulauan dengan aktivitas transportasi laut yang cukup tinggi,” ungkapnya.
Menurutnya, pembekalan melalui pelatihan BST, SAT, dan AFF akan menjadi bekal penting bagi peserta dalam menghadapi dunia kerja sekaligus mendukung terciptanya budaya keselamatan di sektor transportasi laut.
Ia juga mengajak seluruh peserta mengikuti setiap sesi pelatihan dengan penuh kesungguhan agar ilmu dan sertifikat yang diperoleh dapat dimanfaatkan sebagai modal mengembangkan karier di bidang kemaritiman.
“Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Kompetensi yang diperoleh tidak hanya berguna untuk meningkatkan daya saing di dunia kerja, tetapi juga berkontribusi dalam mewujudkan transportasi laut yang aman dan profesional,” ajaknya.
Azwar Anas juga berharap kolaborasi antara KSOP Sumenep, Politeknik Pelayaran Surabaya, Pemerintah Kabupaten Sumenep, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat sehingga program pemberdayaan masyarakat di sektor maritim dapat berlangsung secara berkesinambungan dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

Tidak ada Respon