SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Di balik berbagai aksi sosial yang selama ini dikenal luas, seperti santunan bagi anak yatim, kaum duafa, penyandang disabilitas, hingga pembangunan rumah layak huni, Founder Bani Insan Peduli (BIP), Ali Zainal Abidin, ternyata juga memiliki ikhtiar lain yang tak kalah mulia. Secara konsisten, ia membangun masjid atau musala sebagai wujud bakti kepada kedua orang tuanya.
Komitmen itu kembali terlihat saat peresmian Musala Ainun Bani ke-26 di Desa Badur, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Minggu (28/6/2026).
Peresmian rumah ibadah tersebut dirangkaikan dengan kegiatan BANI (Bakti Anak Nurani Ibu) Muharram Penuh Berkah, yang menghadirkan kepedulian bagi sekitar 1.500 anak yatim, kaum duafa, dan penyandang disabilitas.
Ali Zainal Abidin, yang akrab disapa Bang Ali, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Di sela perjalanan menuju Desa Badur, ia mengaku merenungkan perjalanan panjang yang telah dilaluinya. Satu per satu masjid dan musala yang dibangun atas nama kedua orang tuanya ia hitung kembali.
“Setelah saya hitung, ternyata Musala Ainun Bani ini merupakan titik ke-26 yang saya bangun untuk kedua orang tua saya,” ujarnya dengan penuh rasa syukur.
Bagi sebagian orang, angka 26 mungkin hanyalah sebuah hitungan. Namun bagi Bang Ali, setiap bangunan memiliki makna yang jauh lebih dalam. Setiap masjid dan musala adalah jejak cinta, doa yang terus mengalir, serta wujud bakti seorang anak kepada ayah dan ibunya.
Meski demikian, perjalanan itu belum selesai. Bang Ali mengaku telah menetapkan cita-cita yang lebih besar.
“Target minimal saya adalah membangun 100 titik masjid atau musala. Alhamdulillah, saat ini sudah mencapai titik ke-26,” tuturnya.
Ia berharap Musala Ainun Bani yang kini berdiri di tengah masyarakat Desa Badur tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat tumbuhnya persaudaraan, ilmu, dan keberkahan bagi warga sekitar.
“Semoga Musala Ainun Bani ini menjadi keberkahan bagi seluruh masyarakat dan menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” harapnya.
Di tepi Pantai Badur, semangat berbagi dan kepedulian itu menjadi saksi bahwa warisan terbaik bukanlah harta yang disimpan, melainkan manfaat yang terus dirasakan banyak orang.
Bagi Bang Ali, kehidupan tidak diukur dari seberapa banyak kekayaan yang berhasil dikumpulkan, melainkan dari seberapa besar kebaikan yang dapat diwariskan. Selama azan terus berkumandang dari Musala Ainun Bani, selama itu pula doa dan pahala diharapkan terus mengalir, menjadi persembahan cinta seorang anak kepada kedua orang tuanya sekaligus membawa manfaat bagi masyarakat luas.

Tidak ada Respon