Skrol untuk membaca pos
IMG-20260619-WA0002

Heri Warga Desa Pakembaran Temukan Peluang Ekonomi dari Telur Asin Berkualitas

Pada
A-AA+A++

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Keputusan berani diambil Heri, warga Desa Pakembaran, Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang. Ia memilih berhenti dari aktivitasnya sebagai anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan kini fokus menekuni usaha rumahan produksi telur asin.

Usaha yang dijalankan secara mandiri dari rumahnya itu kini menjadi sumber penghasilan utama bagi Heri dan keluarganya. Setiap hari, warga RT 03 RW 01 Desa Pakembaran tersebut disibukkan dengan aktivitas mengolah telur bebek menjadi telur asin.

IMG-20260619-WA0003

Berbekal pengalaman di lapangan, Heri berupaya menghadirkan produk telur asin yang berbeda dari yang lain. Telur asin buatannya dikenal memiliki cita rasa yang tidak terlalu asin, dengan tekstur kuning telur yang lembut. Hal itu membuat telur asin produksinya tidak hanya nikmat dijadikan lauk makan, tetapi juga cocok disajikan sebagai teman ngopi katanya dihadapan awak media Jumat , 14/11/2025.

Ia menuturkan, usaha telur asin yang digelutinya saat ini berawal dari skala kecil. “Dulu saya mulai hanya dari 100 butir telur saja,” kisahnya. Seiring waktu, permintaan konsumen terus meningkat. Kini, produksi telur asin Heri sudah mencapai ribuan butir setiap bulan.

Proses pembuatan telur asin dilakukan secara tradisional. Dimulai dari pencucian telur, kemudian perendaman dengan adonan lumpur bata merah, dilanjutkan dengan proses penyimpanan dalam jangka waktu tertentu. Setelah itu telur dibersihkan hingga beberapa kali sebelum akhirnya dikukus hingga matang.

Menurut Heri, salah satu keunggulan produknya adalah ketahanan telur asin yang bisa cukup lama. Dengan proses pengolahan yang tepat, telur asin produksinya dapat bertahan hingga sekitar satu tahun dalam kondisi baik.

Meski demikian, ia tidak menampik masih ada kendala yang dihadapi, terutama terkait permodalan. Proses pembuatan telur asin membutuhkan waktu sekitar 13 hari hingga siap dijual, sehingga Heri membutuhkan modal yang cukup untuk menjaga kontinuitas produksi.

Salah satu pembeli, Imam, mengaku menyukai telur asin produksi Heri karena rasanya pas dan tidak terlalu asin. Selain itu, kualitas telur asin dinilai konsisten sehingga membuatnya menjadi langganan.

Melalui perubahan profesi ini, Heri membuktikan bahwa dengan kemauan dan ketekunan, usaha rumahan seperti produksi telur asin dapat menjadi peluang ekonomi yang menjanjikan. Ia berharap ke depan usahanya semakin berkembang dan dapat membuka lapangan kerja bagi warga sekitar. (roto)

IMG-20260618-WA0007

Bacaan Lainnya

Hadir di Manding, Istana Perabot Serba Rp2.000 Tawarkan Perabot Murah dan Berkualitas

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Istana Perabot Serba Rp2.000...

Program Jumat Barokah, BPRS Bhakti Sumekar Tebar Manfaat untuk Masyarakat

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Komitmen dalam menumbuhkan semangat...

Empat Bupati Sudah Sepakat, Achsanul Qosasi Desak Percepatan KEK Tembakau Madura

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Rencana Menteri Keuangan Purbaya...

Kesempatan Emas, CV Ayunda Permata Sejahtera Pamekasan Kini Cari Tenaga Resepsionis Profesional

PAMEKASAN (JURNALIS INDONESIA) – CV Ayunda Permata Sejahtera...

Refleksi Hari Lahir Pancasila 2026, Owner CV Ayunda Permata Sejahtera Serukan Pentingnya Kebersamaan

PAMEKASAN (JURNALIS INDONESIA) – Peringatan Hari Lahir Pancasila...

Momentum Hari Lahir Pancasila 2026, Owner PR. Cahaya Pro H. Fathor Rosi Serukan Semangat Kebersamaan

PAMEKASAN (JURNALIS INDONESIA) – Dalam momentum peringatan Hari...

IMG-20260617-WA0002

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *