Menu

Mode Gelap
Aksi Kemanusiaan PMI Sumenep, Puluhan Tukang Becak dan Pemulung Terima Bantuan Kepedulian Ramadan, Swiss-Belinn Manyar Berbagi dengan Anak-anak Sahabat Gempita Swara Semesta Jelang Hari Raya Idulfitri, Senyum Anak Yatim Warnai Program Belanja Baju Lebaran Baznas Sumenep Wujud Nyata Bismillah Melayani Bupati Fauzi untuk Kepulauan, Siapkan PLTS Berkapasitas 2 MW di Pagerungan Kecil dan Gili Labak Bulog Bersama BPP Pragaan Serap Hasil Panen Petani untuk Perkuat Ketahanan Pangan

HUKUM & KRIMINAL · 29 Jul 2025 14:05 WIB

Eks Karyawan Bongkar Dugaan Kelakuan Bejat Oknum Pemilik Konter HP Ternama di Sumenep “Berotak Mesum”


 Ilustrasi. (foto/ist) Perbesar

Ilustrasi. (foto/ist)

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Praktik tak senonoh yang diduga dilakukan seorang oknum pemilik konter HP ternama di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kini jadi buah bibir. Dugaan skandal ini mencuat usai mantan karyawan perempuan buka suara dan membongkar perlakuan bejat yang dialami selama bekerja, Rabu (29/07/2025).

Berdasarkan pengakuan yang direkam,
kasus bermula dari pengakuan saat Melati (nama samaran) menceritakan kebusukan sang bos kepada rekan sejawatnya.

Melati tidak menyangka bos HP yang keliatan seperti mahluk religius ternyata berotak mesum dan bejat.

Melati meyakini, teman sejawatnya juga menjadi korban kebrutalan nafsu birahi mantan bosnya yang memang sengaja memperkerjakan wanita-wanita cantik di konternya.

Kini, melati diberhentikan tanpa alasan yang jelas. Perannya sebagai orang kepercayaan digantikan perempuan baru.

Topeng religius seorang bos konter HP ternama di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, runtuh seketika setelah mantan karyawannya membongkar praktik menjijikkan yang diduga telah berlangsung lama.

Eks karyawan yang sempat dipercaya sebagai “orang dalam”, membeberkan sisi kelam sang bos yang selama ini tampil alim dan sopan di muka umum. Namun dibalik itu, Melati menyebut bosnya sebagai “laki-laki rakus syahwat” yang menjadikan perempuan di tempat kerja sebagai santapan birahi.

Melati juga menuding, rekrutmen pegawai perempuan di konter tersebut memang sengaja menyasar yang berparas menarik. Bukan untuk profesionalisme, tapi untuk memuaskan syahwat bosnya.

“Dia tuh gak cari yang pinter kerja, tapi yang cantik dan nurut. Saya yakin, saya bukan satu-satunya,” ungkapnya.

Menurutnya, ada pola yang berulang, pegawai cantik direkrut, diberi fasilitas seperti iPhone dan gaji tinggi, lalu dijadikan objek seksual di balik kamar hotel. Siapa yang menolak, akan disingkirkan. Termasuk dirinya.

Kejadian ini makin menghebohkan karena sang bos sering tampil seolah-olah sosok panutan. Kini, publik terkejut mengetahui sisi gelap yang selama ini tersembunyi di balik penampilan yang sok suci.

Sampai berita ini dirilis, belum ada klarifikasi dari pihak terduga pelaku. Upaya konfirmasi juga belum membuahkan hasil.

Sementara itu, sejumlah aktivis perempuan di Sumenep menyerukan agar korban lain tidak takut untuk bersuara.

Mereka menuntut agar pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan dan mengambil tindakan hukum.

“Ini jelas pelecehan seksual yang dibungkus fasilitas. Jangan tunggu viral dulu baru bertindak,” tegas Siti Nurhasanah, aktivis perlindungan perempuan Madura.

Warga sekitar pun ikut geram. Mereka menyebut ini sebagai tamparan keras bagi dunia kerja di sektor informal yang rentan tanpa pengawasan.

Jika kasus ini terus dibiarkan, bukan tak mungkin praktik amoral seperti ini akan menular ke tempat-tempat lain yang serupa. (ily/red)

Artikel ini telah dibaca 318 kali

Baca Lainnya

Kasus Kekerasan Anak Terjadi di Bluto, Kuasa Hukum Minta Penanganan Profesional

11 Maret 2026 - 16:06 WIB

Kuasa hukum korban, H. Andika Megiesta Cahya Hendra Kusuma, S.E., S.H., M.H.,

Pensiunan di Talango Tempuh Jalur Hukum, Laporkan Dugaan Penipuan Modal Usaha Rp135 Juta ke Polres Sumenep

24 Februari 2026 - 01:51 WIB

Pensiunan di Talango Tempuh Jalur Hukum, Laporkan Dugaan Penipuan Modal Usaha Rp135 Juta ke Polres Sumenep

Satpol PP Tidak Berani Tutup Proyek Pabrik Pakan Ternak Tak Berijin, Ada Apa?

10 Februari 2026 - 22:18 WIB

Kejati Jatim Harus Pelototi Kinerja Kejari Sumenep, Penanganan Kasus Dugaan Korupsi KPU Tak Kunjung Ada Tersangka

1 Februari 2026 - 12:25 WIB

KOLASE FOTO. Kajati Jatim, Agus Sahat ST, SH, MH, dan Kajari Sumenep Nislianudin

Diduga Gelapkan Dana Rp500 Juta, Salah Satu Pimpinan Ponpes di Sampang Resmi Dilaporkan ke Polisi

1 Februari 2026 - 09:53 WIB

DPC Partai Hanura Pemalang Hadiri Musda IV DPD Partai Hanura Jawa Tengah

26 Januari 2026 - 11:44 WIB

Trending di HUKUM & KRIMINAL

Sorry. No data so far.