SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kondisi memprihatinkan tengah melanda Pulau Keramaian, Kecamatan/Kepulauan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Peredaran narkoba yang kian marak disebut telah menyasar kalangan pelajar, memicu keresahan luas di tengah masyarakat. Rabu (25/3/2026).
Para orang tua di Pulau Keramaian mulai khawatir dengan kondisi anak-anak mereka terkait maraknya peredaran narkoba di desanya. Hal itu sebagaimana diungkapkan oleh seorang tokoh masyarakat setempat kepada Jurnalis Indonesia.
Ia mengungkapkan, peredaran narkoba sabu-sabu di Pulau Keramaian sangat terang-terangan. Dan sudah menyasar generasi muda khususnya para pelajar.
“Peredaran narkoba sabu-sabu di Pulau Keramaian sudah mengkhawatirkan. Banyak warga di Keramaian sudah terkontaminasi dengan sabu-sabu. Bahkan generasi mudanya yang notabene pelajar sudah tidak asing lagi dengan yang namanya sabu-sabu itu,” ungkapnya.
Sebab di Pulau Keramaian, menurutnya, para pengedar sabu-sabu menyediakan paket hemat. “Disini itu punya uang Rp50-100 ribu sudah dapat menghisap sabu-sabu. Dan dapat dihisap di tempat. Dan dibawah jok sepeda motor itu banyak ditemukan namanya bong, alat untuk menghisap sabu-sabu itu,” bebernya.
Menurutnya, maraknya peredaran sabu-sabu di Pulau Keramaian dipicu karena tidak adanya dan jauh dari jangkauan aparat kepolisian. “Disini di Pulau Keramaian ini kan tidak ada kantor Polisi, dan juga tidak ada aparat kepolisian yang standbay disini,” terangnya.
Mengkhawatirkannya lagi, di tengah maraknya peredaran narkoba sabu-sabu di Pulau Keramaian juga disebutkan sudah terkontaminasi dengan permainan judi online.
Sebagai antisipasi sementara karena belum ada langkah konkret dari kepolisian hingga pemerintah, para orang tua yang khawatir anak-anak mereka ikut masuk pada lingkaran gelap narkoba dengan cara menyekolahkan atau memondokkan anaknya ke luar desanya.
“Kami butuh kehadiran negara di sini. Jangan sampai Pulau Keramaian menjadi sarang narkoba dan perjudian online. Ini menyangkut masa depan anak-anak kami,” harapnya.
Ia juga berharap, adanya patroli rutin dan peningkatan pengawasan di jalur-jalur masuk pulau Keramaian yang menjadi akses utama peredaran narkoba itu.
“Termasuk harus ada aparat yang standbay di Pulau Keramaian. Bukan hanya datang dalam hitungan hari lalu pergi lagi,” desaknya.
Situasi ini menjadi alarm serius bagi semua pihak. Tanpa penanganan cepat dan terpadu, bukan tidak mungkin generasi muda di Pulau Keramaian akan menjadi korban berikutnya dalam lingkaran gelap narkoba.


