PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Seringnya hujan turun di wilayah Kabupaten Pemalang dari awal bulan puasa sampai sekarang melewati Hari Raya Idul Fitri ternyata banyak pengaruhnya pada para pedagang yang berjualan di wilayah komplek Pasar Pagi Pemalang Provinsi Jawa Tengah, Senin (22/4/2024).
Salah satunya Kusmirah, wanita berumur sekitar 50 tahunpenjual mie ayam di wilayah Pasar Pagi Pemalang yang telah berjualan lebih dari 5 tahun.
Kusmirah menceritakan tentang hal yang telah dialami setelah berjualan kembali dari libur jualan ketika Hari Raya Idul Fitri memasuki hari ke-9 sampai sekarang.
“Saya dan beberapa pedagang yang berjualan disini sering mengalami kebanjiran didepan kios atau lapak kami, yang dikarenakan drainase yang ada di seluruh Pasar Pagi Pemalang rusak, mungkin pada mampet lubang drainasenya atau kemungkinan pada ambrol,” ujarnya.
Sehingga dikatakan, membuat aliran air pada drainase terhambat dan menyebabkan banjir.
“Kalau sedang banjir dan kami berjualan terlihat sangat becek, sampah kadang juga terlihat hanyut melewati lapak atau kios dagangan kami terkesan sangat tidak mengenakan dipandang mata,” ungkapnya.
Sehingga banyak calon pembeli yang mau mampir untuk makan mie ayam tempat dirinya mengais rejeki batal membeli.
“Ini kan lama-kelamaan saya dan teman-teman padagang lainnya yang berjualan di Pasar Pagi ini berkurang pendapatan, terus terang lama-kelamaan kami merasa rugi,” keluhnya.
Pihaknya meminta kepada Kepala Pasar Pagi dan para pengelola agar segera ambil tindakan biar kalau hujan turun wilayah Pasar Pagi Pemalang tidak banjir lagi dan terutama di depan pintu gerbang Pasar Pagi Pemalang.
“Harapan kami kondisi area Pasar Pagi Pemalang bersih, tidak banjir, tidak becek dan kami bisa berjualan bisa banyak pelanggan alias laris manis,” harapnya. (sus)

Tidak ada Respon