PASANG IKLANMU DISINI
Example floating
Example floating

Lelucon BC Madura Berantas Rokok Ilegal, Jauh-jauh ke Suramadu Operasi Newscastle dan Just Mild, Pabrik dan Bandarnya di Pamekasan Dipelihara

Pada
KOLASE FOTO. Rokok ilegal Newscastle dan Just Mild dan Kantor Bea Cukai Madura yang dipimpin Novian Dermawan yang selalu menjadi gunjingan terkait penegakan hukum rokok ilegal yang hingga kini seakan takut menindak terhadap pabrik dan bandarnya yang bersarang di Kabupaten Pamekasan
KOLASE FOTO. Rokok ilegal Newscastle dan Just Mild dan Kantor Bea Cukai Madura yang dipimpin Novian Dermawan yang selalu menjadi gunjingan terkait penegakan hukum rokok ilegal yang hingga kini seakan takut menindak terhadap pabrik dan bandarnya yang bersarang di Kabupaten Pamekasan
A-AA+A++

PAMEKASAN (JURNALIS INDONESIA) – Aksi lelucon Bea Cukai (BC) Madura yang kini dipimpin Novian Dermawan kembali menjadi gunjingan. Pasalnya, Bea Cukai Madura jauh-jauh turun ke akses Suramadu menyetop kendaraan melakukan operasi rokok ilegal yang digelar baru-baru ini, Kamis (13/11/2025).

Bea Cukai Madura bersama tim gabungan dikabarkan menyetop beberapa yang dicurigai membawa rokok ilegal. Alhasil, didapati beberapa bus membawa rokok ilegal dari berbagai merek, di antaranya rokok ilegal merek Newscastle dan Just Mild.

Berdasarkan catatan Jurnalis Indonesia, rokok ilegal merek Newscastle dan Just Mild itu ditengarai diproduksi di Kabupaten Pamekasan yang notabene satu wilayah dengan kantor Bea Cukai Madura.

Anehnya, hingga kini pabrik rokok ilegal merek Newscastle dan Just Mild dan bandarnya yang berada di depan hidung Bea Cukai Madura malah seakan sengaja dipelihara.

Bandar rokok ilegal merek Newscastle ditengarai dikendalikan oleh UM, yang juga pemilik rokok tanpa dilekati pita merek Angker yang sampai hari ini dibiarkan melenggang bebas tidak tersentuh penegakan hukum.

Begitu juga dengan bandar rokok ilegal merk Just Mild yang ditengarai dan santer dikabarkan dikendalikan oleh bos PR Subur Jaya Pamekasan. Hingga kini, bos PR Subur Jaya Pamekasan yang ditengarai milik Achmad Junaidi alias Haji Junaidi seakan dibiarkan melenggang bebas.

Celakanya lagi, PR Subur Jaya Pamekasan yang ditengarai milik Haji Junaidi itu malah seakan sengaja dibiarkan memproduksi dan mengedarkan rokok dengan mengakali pita cukai dengan merek SUBUR JAYA HJS.

Berdasarkan catatan Jurnalis Indonesia, terdapat sederet bandar rokok ilegal lainnya yang bersarang di Kabupaten Pamekasan yang hingga kini dibiarkan melenggang bebas tidak tersentuh penegakan hukum.

Adalah rokok ilegal merk Tali Jaya Mild yang ditengarai milik pengusaha bernama Haji Taufiq sang pemilik pabrik rokok resmi di Desa Ponteh, Kecamatan Galis. Rokok ilegal merk Geboy yang santer dikabarkan ditengarai milik pengusaha bernama Haji Fahmi. Bandar rokok ilegal merk DALILL, YS BOLD dan SANTOS yang ditengarai milik seorang pengusaha berinisial FR di Desa Larangan Luar, Kecamatan Larangan.

Bandar rokok ilegal merk Marbol yang ditengarai milik Bulla Desa Plakpak. Bandar rokok ilegal merk MasterClass yang ditengarai milik Haji Munaji. Bandar rokok ilegal merk Premium Bold yang ditengarai milik Haji J Desa Akkor. Bandar rokok ilegal merk 54ryaku yang ditengarai milik keluarga besar oknum Polisi di Pamekasan. Bandar rokok ilegal merk Suryaku yang ditengarai milik Haji Horrah Blumbungan. Bandar rokok ilegal merk Surya Jaya yang ditengarai milik Haji Y Larangan.

Bandar rokok ilegal merk Aswad yang ditengarai milik Haji SL. Bandar rokok ilegal merk Sinar Gudang Emas yang ditengarai milik Haji HR. Bandar rokok ilegal merk HMIN yang ditengarai milik TMN. Bandar rokok ilegal merk Esje yang ditengarai milik FK. Bandar rokok ilegal merk HIMMA dan RS yang ditengarai milik Haji AM Desa Sentol. Bandar rokok ilegal merk Boss Caffe Latte yang ditengarai milik RD. Bandar rokok ilegal merk Bintang yang ditengarai milik IP Desa Duko, dan bandar rokok ilegal merk Alphad yang ditengarai milik Haji RJ Blumbungan.

Bandar rokok ilegal merk Lombok Mas yang ditengarai milik AG. Bandar rokok ilegal merk Be Fly Bold yang ditengarai milik anggota dewan setempat berinisial SA. Bandar rokok ilegal merk Bonte dan Khanfa yang ditengarai milik berinisial MM. Bandar rokok ilegal merk ST16MA yang santer dikabarkan ditengarai dikendalikan Haji Sehri.

Kendati secara terang-terangan dan bukan rahasia lagi, sederet bandar rokok ilegal yang bersarang di wilayah pengawasan Bea Cukai Madura di Kabupaten Pamekasan itu seakan sengaja dipelihara. Menkeu Purbaya yang berjanji bakal memberantas para cukong rokok ilegal hingga kini masih omong kosong tidak ada satupun yang ditindak apalagi ditangkap.

Para mafia rokok ilegal di Kabupaten Pamekasan yang bersarang di wilayah hukum Bea Cukai Madura yang menjadi biang kerok maraknya peredaran rokok ilegal di Indonesia itu hingga kini masih leluasa melenggang bebas tidak tersentuh penegakan hukum.

Jurnalis Indonesia kini bersama tim investigasi dalam penelusuran lebih untuk terus mengungkap keberadaan bandar rokok ilegal yang bersarang di Kabupaten Pamekasan yang dibiarkan melenggang bebas hingga saat ini. (ily/red)

IMG-20260312-WA0047
Example 120x600
IMG-20260320-WA0006