PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Pantai Widuri adalah suatu wisata yg sangat dikenal di Kota Pemalang dan kota sekitar. Di samping nyaman untuk bersantai wisata pantai Widuri juga terkenal akan kulinernya yaitu mendoan tempe. Tapi sayang lambat laun wisata Pemalang mulai ditinggalkan wisatawan lokal atau pun luar kota dan yang sangat mengejutkan kebanyakan wisatawan mengeluhkan kebersihan pantai juga penataan warung dan parkir motor dan mobil, Kamis (4/4/2024).
Pengusaha muda yang peduli pada wisata pantai Widuri yaitu Bos Rendra Nurwana mengatasi, pantai Widuri itu adalah icon kota Pemalang dan sempat menjadi wisata idola pada jaman dirinya masih kecil dulu.
![]()
“Aku datang ke wisata pantai Widuri bisa bolak balik sampai dua kali dalam sehari tapi setelah kemarin saya dan keluarga pengin mengulang kenangan jaman dulu aku kaget kok kotor sekali ya pantainya banyak sampah berserakan di pantai dari situlah aku perfikir bagai mana caranya agar pantai bisa bersih seperti dulu memang butuh kerjasama antara pedagang dan wisatawan (pengunjung) tapi saya lihat kok tidak ada tempat sampah di lingkungan wisata pantai Widuri. Dari situlah ide pembagian tong sampah ke pedagang di sepanjang pantai Widuri terwujud,” ungkapnya.
Atas bantuan tong sampah dari Bos Rendra Nurwana para pedagang pantai Widuri sangat senang dan mengucapkan banyak terimakasih pada pemilik kedai kopi yang ada di area jalan sirkuit pantai Widuri.
“Semoga dengan adanya pembagian tong sampah bisa merubah citra obyek wisata pantai Widuri menjadi lebih bersih dan baik lagi,” harapnya.
Pihaknya juga berharap, pemerintah kelurahan dan dinas terkait untuk selalu mensosialisasikan tentang pentingnya kebersihan pantai di area pantai Widuri.
“Juga perlunya ada kesadaran dari pedagang yang berjualan di sepanjang pantai karena bagaimanapun juga pantai yang bersih akan membuat pengunjung (wisatawan) balik lagi berkunjung ke obyek wisata pantai Widuri,” tambahnya. (sus/kais)

Tidak ada Respon