Skrol untuk membaca pos
Satu Tahun Kepemimpinan Bupati Sumenep dan Wakilnya Fauzi-Imam, Catat Segudang Capaian Nyata di Berbagai Sektor
Example floating
Example floating
IMG-20251210-WA0009

Rokok Ilegal Merk “GICO” yang Ditengarai Milik Sultan Sumenep Semakin Merajalela, Aparat hingga BC Madura Dibuat Tutup Mata

Pada
KOLASE FOTO. Rokok ilegal merk "GICO" yang ditengarai milik Sultan Sumenep Haji MN yang semakin merajalela tanpa dilakukan penindakan oleh Bea Cukai Madura. Dan Kepala Kantor Bea Cukai Madura Novian Dermawan
KOLASE FOTO. Rokok ilegal merk "GICO" yang ditengarai milik Sultan Sumenep Haji MN yang semakin merajalela tanpa dilakukan penindakan oleh Bea Cukai Madura. Dan Kepala Kantor Bea Cukai Madura Novian Dermawan
A-AA+A++

MADURA (JURNALIS INDONESIA) – Peredaran rokok ilegal merk “GICO” yang ditengarai milik Sultan Sumenep Haji MN (inisial-red) di Kecamatan Ganding semakin hari semakin merajalela. Aparat penegak hukum hingga Bea Cukai Madura yang kini dipimpin Novian Dermawan seakan dibuat tutup mata. Rabu (10/9/2025).

Pasalnya hingga kini, rokok ilegal merk “GICO” yang diedarkan tanpa dilekati pita cukai semakin merajalela. Saat ini malah muncul rokok ilegal merk “GICO” Premium produk baru yang juga diproduksi dan diedarkan tanpa dilekati pita cukai.

IMG-20260410-WA0003

Rokok ilegal merk “GICO” yang ditengarai milik Sultan Sumenep Haji MN yang seakan kebal hukum itu semuanya hasil produksi mesin. Keberadaan rokok ilegal merk “GICO” bahkan tumbuh sumbur bertahun-tahun dan pemiliknya aman-aman saja hingga kini.

Seakan mafia rokok ilegal di Madura bak monster yang tak terbendung. Kabupaten Sumenep dan Pamekasan bukan lagi sekedar daerah produsen, melainkan telah menjelma “kerajaan rokok bodong tanpa pita cukai” yang berjalan terang-terangan, seakan hukum tak pernah ada.

Bahkan keberadaan Bea Cukai Madura yang kini dibawah kendali Novian Dermawan serta Dirjen Bea Cukai Letjen Djaka Budi Utama saat ini dinilai hanya jadi penonton, tanpa keberanian menghadapi mafia rokok yang makin sakti dan seakan kebal hukum.

Tidak hanya itu, Menteri Keuangan yang baru dilantik pun diragukan mampu menyentuh gurita bisnis kotor ini. Sebab, di Madura, mafia rokok ilegal seakan sudah membangun jaringan layaknya pemerintahan bayangan, kuat, kaya, dan seakan punya tameng dari aparat.

Tak cukup dengan merampas hak negara melalui pajak dan cukai, sejumlah pengusaha rokok ilegal bahkan disinyalir melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Uang hasil bisnis kotornya disulap seakan-akan legal, sementara rakyat hanya bisa gigit jari melihat negara dirampok di depan mata.

“Kalau koordinasinya tidak bagus dengan aparat, pasti semua pengusaha rokok bodong sudah habis. Tapi faktanya? Bisnis mereka justru berjalan mulus, bahkan kiriman ke luar daerah pun aman tanpa hambatan,” nilai Ahmadi, Aktivis Peduli Bea Cukai.

Ahmadi juga menilai mafia rokok di Madura sudah masuk level yang mengerikan. Mereka ibarat kerajaan dalam kerajaan. Punya uang, jaringan, dan tameng aparat.

“Kalau Bea Cukai hanya diam, mafia akan semakin kebal hukum, semakin berkuasa,” lanjutnya.

Ia menyindir, kegagalan pemberantasan rokok ilegal ini tidak hanya cerminan lemahnya pengawasan, melainkan pembiaran sistematis yang sudah seperti “restu diam-diam” kepada para mafia.

“Negara dirugikan triliunan rupiah, tapi pengusaha rokok ilegal pesta pora. Sementara rakyat hanya bisa menonton aparat yang tak berani bergerak,” ungkapnya.

Potret ini menjadi tantangan serius untuk penegakan hukum di Madura. Mafia rokok semakin berjaya, aparat yang seharusnya jadi benteng hukum justru kian diragukan keberaniannya.

Kepala Kantor Bea Cukai Madura Novian Dermawan belum dapat dikonfirmasi terkait dibiarkannya peredaran rokok ilegal merk “GICO” yang ditengarai milik Sultan Sumenep Haji MN yang hingga kini semakin merajalela.

Jurnalis Indonesia kini dalam penelusuran lebih lanjut untuk mengungkap sederet rokok ilegal yang bersarang di wilayah hukum Bea Cukai Madura yang dibiarkan merajalela hingga kini. (ily/red)

IMG-20260312-WA0047
Example 120x600

Bacaan Lainnya

Pulau Keramaian Darurat Narkoba Mengancam Pelajar, Orang Tua Resah, Kepolisian-Pemerintah Didesak Segera Turun Tangan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kondisi memprihatinkan tengah melanda...

Soal Rokok Ilegal, Polsek Randudongkal Tidak Serius Tangani Aduan Masyarakat

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Peredaran rokok tanpa pita...

Tembok Roboh, Satu Orang Terluka Dilarikan ke Rumah Sakit, Kontraktor Harus Bertanggungjawab

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Pengerjaan proyek galian gorong-gorong...

Penjualan Rokok Tanpa Cukai di Pemalang Terungkap, Polisi Diminta Tindak Lanjut

PEMALANG (JURNALIS INDONESIA) – Peredaran rokok tanpa pita...

Kasus Kekerasan Anak Terjadi di Bluto, Kuasa Hukum Minta Penanganan Profesional

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Suasana malam Ramadan yang...

Pensiunan di Talango Tempuh Jalur Hukum, Laporkan Dugaan Penipuan Modal Usaha Rp135 Juta ke Polres Sumenep

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Seorang pensiunan warga Kecamatan...

IMG-20260410-WA0003
IMG-20260320-WA0006