Skrol untuk membaca pos
IMG-20260619-WA0002

9 Tempat Wisata Angker di Pulau Jawa, Daerah Jatim Mendominasi

Pada
Instagram/tegaldlimo24jam. (FOTO/KORANMEMO.COM)
A-AA+A++

JURNALIS-INDONESIA.com – Semua tempat wisata pasti punya ceritanya masing-masing. Apalagi tempat yang sudah ada sejak puluhan atau bahkan ratusan tahun silam. Saking lamanya, banyak yang mengkategorikan tempat-tempat wisata tersebut sebagai tempat angker.

Di Indonesia, khususnya Pulau Jawa, ada berbagai tempat wisata angker yang namanya sudah tidak asing lagi. Bahkan tempat-tempat tersebut masih banyak dikunjungi oleh wisatawan sampai sekarang.

IMG-20260617-WA0002

Mana saja tempat wisata angker tersebut? Berikut ini daftar 11 tempat wisata angker yang ada di Pulau Jawa.

1. Alas Trawas

Trawas adalah lembah di Jawa Timur yang posisinya diapit oleh dua gunung, yakni Gunung Welirang dan Gunung Penanggungan. Di tempat wisata ini, pengunjung bisa menikmati keindahan alam, serta puluhan situs peninggalan kerajaan kuno di Indonesia.

Di balik keindahan tempat wisata Trawas, ternyata tempat wisata ini lumayan angker. Kata penduduk sekitar Alas Trawas, di dalam sana ada banyak “warga” tak kasat mata. Jika ingin membangun hotel, cafe atau restoran, para pengembang harus melakukan ritual pembersihan untuk memindahkan para “warga” tersebut.

Ritual ini dikenal dengan sebutan babad alas Trawas, dan dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan permintaan “warga”. Jika tidak dilakukan, maka akan ada saja gangguan yang muncul saat pembangunan maupun setelahnya.

Karena cukup luas, Taman Nasional Alas Purwo ini masuk ke dua kecamatan, yaitu Kecamatan Tegaldlimo dan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur. Tempat wisata ini adalah sebuah hutan hujan tropis yang di dalamnya terdapat ratusan spesies flora dan fauna.

Selain itu, di sana juga ada hutan bambu, sadengan, bahkan pantai trianggulasi. Tidak ketinggalan, di Taman Nasional Alas Purwo juga ada sebuah mitos terkait dengan Situs Purbakala Kawitan. Katanya, nasib pengunjung yang datang ke sana tergantung pada niatnya.

Jika niat mereka buruk, konon katanya nasibnya juga akan berakhir buruk. Namun jika mereka datang dengan niat yang baik, maka hal baik juga akan mendatangi mereka.

Bacaan Lainnya

HM Cafe & Billiard Resmi Dibuka di Sumenep, Jadi Wadah Bersantai, Olahraga hingga Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa...

Bupati Cak Fauzi: Logo Hari Jadi ke-758 Cerminkan Sejarah dan Semangat Membangun Sumenep

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep resmi...

Logo Hari Jadi Sumenep ke-758 Resmi Diluncurkan, Dorong Pariwisata dan UMKM Naik Kelas

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep secara...

Owner CV Ayunda Permata Sejahtera Pamekasan Jadikan 1 Muharram Momentum Muhasabah dan Berbagi Manfaat

PAMEKASAN (JURNALIS INDONESIA) – Pergantian Tahun Baru Islam...

Founder BIP Rayakan Ulang Tahun di Malam 1 Suro dengan Berbagi Lewat Live TikTok

JURNALIS INDONESIA – Malam 1 Suro yang identik...

Perusahaan Rokok DRT The Big Family Komitmen Dukung Kreativitas Anak Muda Lewat Madura Fest 2026

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Perhelatan Madura Fest 2026...

IMG-20260617-WA0002

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *