PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260920-WA0012
IMG-20260926-WA0005

9 Tempat Wisata Angker di Pulau Jawa, Daerah Jatim Mendominasi

Pada
Instagram/tegaldlimo24jam. (FOTO/KORANMEMO.COM)
A-AA+A++

JURNALIS-INDONESIA.com – Semua tempat wisata pasti punya ceritanya masing-masing. Apalagi tempat yang sudah ada sejak puluhan atau bahkan ratusan tahun silam. Saking lamanya, banyak yang mengkategorikan tempat-tempat wisata tersebut sebagai tempat angker.

Di Indonesia, khususnya Pulau Jawa, ada berbagai tempat wisata angker yang namanya sudah tidak asing lagi. Bahkan tempat-tempat tersebut masih banyak dikunjungi oleh wisatawan sampai sekarang.

IMG-20260926-WA0006

Mana saja tempat wisata angker tersebut? Berikut ini daftar 11 tempat wisata angker yang ada di Pulau Jawa.

1. Alas Trawas

Trawas adalah lembah di Jawa Timur yang posisinya diapit oleh dua gunung, yakni Gunung Welirang dan Gunung Penanggungan. Di tempat wisata ini, pengunjung bisa menikmati keindahan alam, serta puluhan situs peninggalan kerajaan kuno di Indonesia.

Di balik keindahan tempat wisata Trawas, ternyata tempat wisata ini lumayan angker. Kata penduduk sekitar Alas Trawas, di dalam sana ada banyak “warga” tak kasat mata. Jika ingin membangun hotel, cafe atau restoran, para pengembang harus melakukan ritual pembersihan untuk memindahkan para “warga” tersebut.

Ritual ini dikenal dengan sebutan babad alas Trawas, dan dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan permintaan “warga”. Jika tidak dilakukan, maka akan ada saja gangguan yang muncul saat pembangunan maupun setelahnya.

Karena cukup luas, Taman Nasional Alas Purwo ini masuk ke dua kecamatan, yaitu Kecamatan Tegaldlimo dan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur. Tempat wisata ini adalah sebuah hutan hujan tropis yang di dalamnya terdapat ratusan spesies flora dan fauna.

Selain itu, di sana juga ada hutan bambu, sadengan, bahkan pantai trianggulasi. Tidak ketinggalan, di Taman Nasional Alas Purwo juga ada sebuah mitos terkait dengan Situs Purbakala Kawitan. Katanya, nasib pengunjung yang datang ke sana tergantung pada niatnya.

Jika niat mereka buruk, konon katanya nasibnya juga akan berakhir buruk. Namun jika mereka datang dengan niat yang baik, maka hal baik juga akan mendatangi mereka.

Bacaan Lainnya

Kunjungan Sekda Agus Dwi Saputra ke Stan Bapenda Sumenep Warnai Semarak MCF 2026

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten...

Angkat Tema Keraton, Raja hingga Sultan Nusantara Siap Hadiri Madura Ethnic Carnival 2026 di Sumenep

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Madura Ethnic Carnival (MEC)...

Bupati Sumenep Apresiasi Pelestarian Tatorbangan di Desa Torbang

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Tradisi Tatorbangan kembali digelar...

MEC 2026 Siap Digelar, Puluhan Peserta dari Berbagai Daerah Bakal Unjuk Kreativitas Bertema Keraton Sumenep

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Ajang Madura Ethnic Carnival...

DRT The Big Family Sumenep Tunjukkan Kepedulian terhadap Seni Tradisional Madura

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Dukungan terhadap pelestarian seni...

HM Family Dukung Pelestarian Budaya Musik Tong-Tong se-Madura dengan Jadi Sponsor Sabda Alam Pamekasan

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Peran dunia usaha dalam...

IMG-20260910-WA0010

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *