Menu

Mode Gelap

PARIWISATA · 9 Agu 2022 10:37 WIB

9 Tempat Wisata Angker di Pulau Jawa, Daerah Jatim Mendominasi


 Instagram/tegaldlimo24jam. (FOTO/KORANMEMO.COM) Perbesar

Instagram/tegaldlimo24jam. (FOTO/KORANMEMO.COM)

JURNALIS-INDONESIA.com – Semua tempat wisata pasti punya ceritanya masing-masing. Apalagi tempat yang sudah ada sejak puluhan atau bahkan ratusan tahun silam. Saking lamanya, banyak yang mengkategorikan tempat-tempat wisata tersebut sebagai tempat angker.

Di Indonesia, khususnya Pulau Jawa, ada berbagai tempat wisata angker yang namanya sudah tidak asing lagi. Bahkan tempat-tempat tersebut masih banyak dikunjungi oleh wisatawan sampai sekarang.

Mana saja tempat wisata angker tersebut? Berikut ini daftar 11 tempat wisata angker yang ada di Pulau Jawa.

1. Alas Trawas

Trawas adalah lembah di Jawa Timur yang posisinya diapit oleh dua gunung, yakni Gunung Welirang dan Gunung Penanggungan. Di tempat wisata ini, pengunjung bisa menikmati keindahan alam, serta puluhan situs peninggalan kerajaan kuno di Indonesia.

Di balik keindahan tempat wisata Trawas, ternyata tempat wisata ini lumayan angker. Kata penduduk sekitar Alas Trawas, di dalam sana ada banyak “warga” tak kasat mata. Jika ingin membangun hotel, cafe atau restoran, para pengembang harus melakukan ritual pembersihan untuk memindahkan para “warga” tersebut.

Ritual ini dikenal dengan sebutan babad alas Trawas, dan dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan permintaan “warga”. Jika tidak dilakukan, maka akan ada saja gangguan yang muncul saat pembangunan maupun setelahnya.

Karena cukup luas, Taman Nasional Alas Purwo ini masuk ke dua kecamatan, yaitu Kecamatan Tegaldlimo dan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur. Tempat wisata ini adalah sebuah hutan hujan tropis yang di dalamnya terdapat ratusan spesies flora dan fauna.

Selain itu, di sana juga ada hutan bambu, sadengan, bahkan pantai trianggulasi. Tidak ketinggalan, di Taman Nasional Alas Purwo juga ada sebuah mitos terkait dengan Situs Purbakala Kawitan. Katanya, nasib pengunjung yang datang ke sana tergantung pada niatnya.

Jika niat mereka buruk, konon katanya nasibnya juga akan berakhir buruk. Namun jika mereka datang dengan niat yang baik, maka hal baik juga akan mendatangi mereka.

Artikel ini telah dibaca 459 kali

Baca Lainnya

Pesisir di Desa Beranta Jadi Tempat Wisata Baru di Pamekasan

11 Juli 2024 - 08:31 WIB

Bersama Pemkab Sumenep, Panitia Matangkan Travelling Wisata ke Gili Labak

8 Juli 2024 - 19:06 WIB

Bupati Fauzi Dampingi Menteri KKP Indonesia Kunjungi Pulau Gili Iyang, Wisata Kebanggaan Sumenep

3 Juli 2024 - 20:39 WIB

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo Ingin Egsol Jadi Pelopor Pelestari Budaya

30 Juni 2024 - 22:41 WIB

Kehadiran Bupati Sumenep pada Festival Desa Wisata 2024 Disambut Antusias Ribuan Pengunjung di Taman Potre Koneng

29 Juni 2024 - 20:27 WIB

Ingin Malam Mingguan Bersama Bupati Sumenep, Yuk Hadiri Tarian Flashmob di Bundaran Taman Potre Koneng

29 Juni 2024 - 14:55 WIB

Trending di EKONOMI