PASANG IKLANMU DISINI
IMG-20260508-WA0019
IMG-20260508-WA0009

9 Tempat Wisata Angker di Pulau Jawa, Daerah Jatim Mendominasi

Pada
Instagram/tegaldlimo24jam. (FOTO/KORANMEMO.COM)
A-AA+A++

JURNALIS-INDONESIA.com – Semua tempat wisata pasti punya ceritanya masing-masing. Apalagi tempat yang sudah ada sejak puluhan atau bahkan ratusan tahun silam. Saking lamanya, banyak yang mengkategorikan tempat-tempat wisata tersebut sebagai tempat angker.

Di Indonesia, khususnya Pulau Jawa, ada berbagai tempat wisata angker yang namanya sudah tidak asing lagi. Bahkan tempat-tempat tersebut masih banyak dikunjungi oleh wisatawan sampai sekarang.

Mana saja tempat wisata angker tersebut? Berikut ini daftar 11 tempat wisata angker yang ada di Pulau Jawa.

1. Alas Trawas

Trawas adalah lembah di Jawa Timur yang posisinya diapit oleh dua gunung, yakni Gunung Welirang dan Gunung Penanggungan. Di tempat wisata ini, pengunjung bisa menikmati keindahan alam, serta puluhan situs peninggalan kerajaan kuno di Indonesia.

Di balik keindahan tempat wisata Trawas, ternyata tempat wisata ini lumayan angker. Kata penduduk sekitar Alas Trawas, di dalam sana ada banyak “warga” tak kasat mata. Jika ingin membangun hotel, cafe atau restoran, para pengembang harus melakukan ritual pembersihan untuk memindahkan para “warga” tersebut.

Ritual ini dikenal dengan sebutan babad alas Trawas, dan dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan permintaan “warga”. Jika tidak dilakukan, maka akan ada saja gangguan yang muncul saat pembangunan maupun setelahnya.

Karena cukup luas, Taman Nasional Alas Purwo ini masuk ke dua kecamatan, yaitu Kecamatan Tegaldlimo dan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur. Tempat wisata ini adalah sebuah hutan hujan tropis yang di dalamnya terdapat ratusan spesies flora dan fauna.

Selain itu, di sana juga ada hutan bambu, sadengan, bahkan pantai trianggulasi. Tidak ketinggalan, di Taman Nasional Alas Purwo juga ada sebuah mitos terkait dengan Situs Purbakala Kawitan. Katanya, nasib pengunjung yang datang ke sana tergantung pada niatnya.

Jika niat mereka buruk, konon katanya nasibnya juga akan berakhir buruk. Namun jika mereka datang dengan niat yang baik, maka hal baik juga akan mendatangi mereka.

IMG-20260312-WA0047

Bacaan Lainnya

Budaya Madura Tetap Lestari Lewat Festival Jaran Serek di Sumenep

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Festival Jaran Serek di...

Sinergi Legislasi dan Budaya, DPRD Sumenep Dorong Kemajuan Daerah

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – DPRD Kabupaten Sumenep terus...

Madura Culture Festival Tahun 2026 di Sumenep Siap Libatkan 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Madura Culture Festival (MCF)...

Bupati Cak Fauzi Resmi Luncurkan Logo Hari Jadi Sumenep ke-757 Bertema ‘Songennep Jaja Rajja’

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep...

Ayo ke Sumenep, Saksikan Lauching Logo Hari Jadi ke-757 yang Spektakuler

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Pemerintah Kabupaten Sumenep mengajak...

Bupati Sumenep Cak Fauzi Berharap Ada Regenerasi Empu Keris Demi Pelestarian Budaya

SUMENEP (JURNALIS INDONESIA) – Bupati Sumenep Achmad Fauzi...

IMG-20260508-WA0007

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *